Kilas Balik 2018, Tahun yang Dyyyarrr!

2018, ya kalau dilihat dari tahunnya sendiri mungkin sangat biasa, tergantung kita berbuat apa pada tahun tersebut, dan setiap manusia juga dalam hidupnya mempunyai target – taget yang harus dicapai setiap tahun dan mungkin bisa dibilang hal tersebut adalah cita – cita. Saya sendiri di tahun tersebut mempunyai capaian yang Alhamdulillah cukup memuaskan.

LibreOffice Conference 2018

Tahun 2018, tepatnya bulan Maret 2018 yang menjadi perhatian saya ialah salah satu acara LibreOffice Conference Indonesia yang diadakan di Surabaya, saya sendiri sempat tidak yakin apakah akan ikut acara tersebut walau jujur saya tertarik karena acara tersebut merupakan minat saya untuk berkontribusi di dunia Open Source. Dan di dua tahun sebelumnya tepatnya tahun 2016 saya tidak bisa menghadiri acara openSUSE Asia Summit 2016 di Yogyakarta karena saya baru mulai kenal dan mendalami tentang openSUSE baru sekitar dua bulan setelah acara berlangsung. Saya mengucapkan Terima Kasih kepada teman – teman LibreOffice Indonesia, KLAS dan semua penggiat Open Source di Indonesia yang telah menyelenggarakan acara tersebut. Dimana saya juga turut andil dalam acara tersebut untuk menjaga stand LibreOffice bersama dengan Pak Sokibi, Pak Ernawan, Pak Toro, Pak Harry, Pak Iril dan Agung. Acara kalian sungguh keren dan hebat. Sebenarnya satu capaian saya yang tidak tercapai di acara tersebut ialah menjadi pembicara karena paper yang saya ajukan tidak diterima dikarenakan pengerjaan paper saya yang kebut semalam 😀 hahaha.
Disini lah saya bertemu dengan banyak orang yang saya kenal dan berbincang biasanya di Telegram, dan saya bertemu dengan mereka langsung walaupun orangnya 4L (Lu Lagi, Lu Lagi). Oiya waktu menjaga stand LibreOffice yang bersebalahan dengan openSUSE itu saya tanya – tanya openSUSE Asia Summit tahun ini akan diadakan dimana, kemudian Pak Kukuh dan Pak Edwin memberitahu kalau akan diadakan di Taiwan. Disinilah saya mulai muncul niat “wah gua harus ikut nih, harus masukkin paper dan keterima pokoknya!”

Teman – Teman penjaga stand LibreOffice
Beberapa peserta LibreOffice foto bersama

openSUSE Asia Summit 2018

Ketika saya sedang libur lebaran di rumah tiba – tiba HP saya berdering, ada sebuah notifikasi dari Telegram, yang waktu itu pemberitahuan dari openSUSE-ID saya mute (hehehe), tiba – tiba saya di tag di grup dan nama saya tercantum sebagai salah satu orang yang keterima di acara openSUSE Asia Summit 2018, Taiwan. Hari itu saya masih tidak percaya seneng bukan main, dan anehnya saya panik, ya panik karena acaranya akan diselenggarakan beberapa bulan lagi dan saya yang anak rantau ini masih sibuk kuliah dan belum punya Paspor, Visa dan perlengkapan lainnya untuk ke luar negeri. Disitu saya mulai agak diragukan untuk pergi ke luar negeri, tapi karena tekad saya yang sudah bulat, ya mau gak mau harus bisa dan harus jadi pada bulan itu, saya pun akhirnya mondar – mandir Solo – Jakarta untuk mengurusi Paspor dan Visa. Terima Kasih Ayah dan Ibu yang sudah mengizinkan anaknya pergi dari rumah lagi.
Disitu saya mulai berpikir “Ternyata bener ya, kalau kita mau sesuatu yang besar dalam hidup tercapai, digapai dengan kebut semalam itu kemungkinannya cuma 1%”. Pak Edwin pun pernah bilang waktu itu kalau anak muda di Indonesia sebenernya bukan bodoh, tapi mereka hanya kurang persiapan dan kurang niat untuk melakukannya jadi akhirnya mereka jarang dan sedikit yang siap. Saya terbang ke Taiwan ditemani dengan Pak Kukuh, Pak Didiet, dan Pak Yan Arief. Oke disitu saya merasa paling kecil sendiri dan satu – satunya orang yang baru pertama kali ke luar negeri hahaha.
Mungkin satu – satunya persiapan yang kurang waktu itu adalah Bahasa, ya bahasa. Bahasa Inggris saya bisa dikatakan masih amburadul dan tidak karuan, paling cuma bisa diajak ngomong biasa dan tidak terlalu expert tapi kan kalau saya tidak maju sekarang kapan lagi saya bisa ambil kesempatan yang datang tidak seperti mata kuliah yang bisa diulang setiap tahunnya ? hahaha.

Saya ucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada komunitas openSUSE Indonesia, openSUSE Asia, dan semua komunitas yang telah hadir dan menyelenggarakan acara openSUSE Asia Summit 2018. Kalian semua keren!. Terutama kepada Pak Edwin, Pak Kukuh, Mr. Eric Sun, Mr. Franklin Weng yang sudah mengajarkan kepada saya bagaimana cara berkontribusi di dunia open source dan bukan hanya bisa berkata – kata saja, dan intinya tidak wacana.

Pada acara tersebut komunitas openSUSE sempat berkumpul bersama untuk membahas acara openSUSE Asia Summit 2019 akan diadakan dimana, India dan Indonesia pun mengajukan diri sebagai tuan rumah pada acara tahunan tersebut, Disitu Pak Kukuh pun sebagai presiden openSUSE Indonesia yang berbicara tentang Indonesia dan Bali yang mana merupakan tempat yang akan dijadikan tuan rumah acara openSUSE Asia Summit 2019.

Dan selang beberapa bulan setelah pengajuan proposal acara openSUSE Asia Summit tersebut, akhirnya Indonesia terpilih menjadi tuan rumah. dan saya pun kembali bersemangat untuk berkontribusi di acara tersebut.

Para kontigen openSUSE Asia Summit
Kontigen openSUSE Indonesia
saya

Intinya, jika kalian punya entah itu hobi, minat, dan bakat, kalian harus dalami itu karena itu merupakan hal yang kalian suka, setiap orang punya jalannya masing – masing dan tidak serta merta mempunyai jalan yang sama. Coba lakukan sesuatu yang bermanfaat entah itu untuk diri sendiri, orang lain kalau bisa untuk negara sendiri. Dan ingat kalian harus tetap mengerjakan tugas kuliah meskipun kalian tidak suka, karena hal tersebut merupakan tanggung jawab.

Sumber foto : Grup Telegram @openSUSE_ID dan @LibreOfficeID

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: