Penerjemahan LibreOffice Solo 2019, Kalian Hebat!

Januari 2019, bulan tersebut merupakan bulan yang hebat bagi LibreOffice Indonesia karena setiap akhir pekan di bulan tersebut ditutup oleh penerjemahan LibreOffice yang diadakan oleh LibreOfficeID di berbagai kota di Indonesia. Adapun kota yang sudah melaksanakan festival penerjemahan LibreOffice diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Malang
  2. Surabaya
  3. Pasuruan

Adapula yang sudah mengadakannya di bulan Desember kemarin, yang mana merupakan awal festival penerjemahan Librediantaranya kota Gresik dan Yogyakarta. Kota Solo merupakan kota terakhir di bulan Januari yang berkesempatan untuk menyelenggarakan festival Penerjemahan LibreOffice ini yang akhirnya diadakan pada tanggal 26 – 27 Januari di DILo Solo.

Hari pertama

Adapun jumlah peserta yang terdaftar berjumlah sebanyak 18 orang, tapi orang yang sedikit tidak berarti semangat para peserta yang mengikuti kegiatan penerjemahan ini menjadi berkurang, antusias para peserta di hari pertama sangat hebat, mereka mendengarkan dengan seksama dan sangat serius, dikarenakan ini pertama kalinya bagi mereka untuk berkontribusi langsung di dunia open source. Adapun yang mengikuti acara ini berasal dari berbagai kalangan, ada yang dari mahasiswa, dari pelajar bahkan guru pun ikut berkontribusi dalam acara penerjemahan LibreOffice ini. Hari pertama disampaikan materi terkait apa itu LibreOffice, bagaimana berkontribusi di LibreOffice, dan banyak lagi. sebelum acara dimulai para peserta diharuskan membuat akun Pootle terlebih dahulu sebelum mereka memulai menerjemahkan. Acara hari pertama pun berakhir dengan penutupan petuah dari Rania “Yang tidak menerjemahkan 1500 kata nanti tidak dapat gantungan kunci”. Kebetulan Rania ini membuat gantungan kunci LibreOffice yang baru sempat dibuat.

Gantungan Kunci yang akan dibagikan pada acara penerjemhan LibreOffice
Suasana hari pertama
Foto bersama sebelum pulang

Hari kedua

Hari kedua dibilang cukup menuai hasil yang memuaskan berjalan seperti hari pertama tapi para peserta di malam sebelumnya tetap melakukan penerjemahan di tempat masing – masing, karena petuah dari Rania menjadikan para peserta menjadi termotivasi untuk mencapai target. Saya sendiri pun tidak begitu menargetkan berapa total kata yang akan diterjemahkan oleh para peserta, dikarenakan mereka baru pertama kali ikut dalam berkontribusi di dunia open source kalau kata Rania “sebenernya kita gak usah menargetkan mereka untuk sampai berapa kata, aku kemarin ngomong gitu biar mereka termotivasi saja hahaha”. Oiya di hari kedua ini teman – teman dari KLAS (Kelompok Linux Arek Suroboyo) menyempatkan diri untuk hadir, diantaranya ialah Pak Darian dan Pak Umam. Mereka datang dan berkenalan dan sedikit bercerita bagaimana cara berkontribusi dan membentuk komunitas lokal di Surabaya. kemudian setelah acara acara selesai hadiah dibagikan kepada para peserta yang menerjemahkan kata paling banyak, yang mana juara pertama mendapatkan kaos LibreOffice Conference 2018 dan Buku “Menulis Buku dengan LibreOffice” karya Pak Sokibi, dan seterusnya sampai juara ketiga. Adapun hasil yang diraih para peserta kali ini adalah 50.765 Kata yang berhasil diterjemahkan. Kalian sungguh luar biasa!

Hasil Festival penerjemhan LibreOffice yang telah diselenggarakan di berbagai kota.
Pak Darian bercerita tentang KLAS dan komunitas Linux lainnya

pada penghujung acara, disempatkan sedikit terkait promosi openSUSE.Asia Summit yang akan diadakan di Bali pada bulan Oktober 2019, tepatnya di Universitas Udayana. yang disampaikan oleh saya sendiri sebagai perwakilan dari salah satu komunitas openSUSE di wilayah Solo.

roadshow oSAS 2019
roadshow oSAS 2019

Semoga dari acara festival penerjemahan LibreOffice ini, semangat berkontribusi makin terus bertambah! Terima Kasih atas dukungan kalian semua! kalian hebat

Thanks to LibreOfficeID

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *