Dongeng di Kampus Seberang

“Assalamu’alaikum, dengan Rifki PTIK dari UNS?”, begitulah chat yang datang kepada saya ketika bulan ramadan, balasan dari saya cuma singkat “Ya, ini dengan siapa?”, dia pun menjelaskan nama dan maksud dia menghubungi saya, sempat terkejut ketika dia menyebutkan kalau dia mendapatkan rekomendasi dari temannya untuk mendatangkan say a di acara yang akan digelar di kampusnya. Saya agak ragu untuk meng-iyakan tawaran tersebut. Karena acara akan diadakan dua atau tiga minggu setelah lebaran. Saya ragu karena lebaran saya tidak cukup satu minggu selesai begitu saja, saudara banyak dan masih banyak hal lain yang membuat saya terhenti di kota kelahiran saya, Jakarta. Dengan berbagai keputusan, saya pun menjawab tawaran tersebut dengan “Oke, saya bersedia”. Saya diundang untuk menjadi narasumber terkait dengan diskusi bareng seputar Linux, dan Open Source, dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki di bidang tersebut. Dan karena saya masih muda juga, kapan lagi saya dapat kesempatan seperti itu.

Mendongeng

H-1 acara, saya balik ke Solo. sampai di kost, kostan saya sudah bersih berkat Ibu kost yang baik hati (Terima Kasih Bu!). Tidur sebentar dan bersiap pergi. Acara diadakan di UMS (Universitas Muhammadiyyah Surakarta), tepat di belakang gedung Siti Walidah. Ternyata saya sudah ditunggu oleh peserta yang hadir. Acara pun berlangsung dengan khidmat, karena merupakan kampus Islam, jadi diawali dengan salam dan pembacaan Alquran. Saya pun maju dan mulai berdongeng, hal yang menjadikan saya kaget adalah ternyata banyak sekali orang – orang yang pakai Open Source di Solo Raya.

Pembacaan Alquran

openSUSE.Asia Summit

 

 

 

 

 

 

 

Panitia memberikan saya waktu berdongeng 30 menit. ya waktu yang sangat lama untuk membicarakan OpenSource. dengan ajakan “Masa anak UMS pakai software bajakan, emang Islam ngajarin kita buat dosa?” Saya berani berkata seperti itu ya karena mereka semua mayoritas Islam, setelah perkenalan tentang Open Source lebih jauh, saya mengenalkan mereka dengan distro favorit saya,openSUSE. Distro yang menjadi perantara saya menjadi orang yang “halal” seperti sekarang. Ajakan yang dimulai dengan “Open Source bisa membahagiakan tapi tidak membuat sengsara” Hal yang membuat pemakai Open Source tertarik adalah tantangan, jika pandai maka akan beruntung, jika bosan maka ya gak betah, seperti perasaan manusia ke manusia lain pada umumnya. Tak lupa saya mengajak mereka untuk mengikuti acara yang akan diselenggarakan oleh openSUSE, yakni openSUSE.Asia Summit 2019 pada tanggal 5-6 Oktober di Bali, Indonesia. Suatu hal yang membanggakan bagi Indonesia karena diberikan kesempatan kedua kalinya untuk mengadakan acara Open Source yang bergengsi di Indonesia.

Para pembaca jangan lupa datang ya!.

Acara yang dadakan tapi tetap menarik. Kalian keren FOSTI UMS!.

Me in Action

Next Summit

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: